Untuk Apa?
Posted by syafree | Under Inspirasi Sukses, Mindset Sukses, Motivasi Sukses Sunday Jun 7, 2009
UNTUK APA?
Suatu hari, saya merasa sangat tidak puas dengan pencapaian-pencapaian yang sudah saya raih. Saat itu adalah hari-hari terakhir saya di kampus FISIPOL. “Sudah sejauh ini saya melangkah, tapi mengapa aku merasa tidak puas dengan semuanya?” Pertanyaan itu terus menggelayut sepanjang sore.
Saya sudah lulus, dengan gelar sarjana dari UGM yang bagi orang-orang dari tempat saya—Belitong –adalah sesuatu yang ‘wah’. Bahkan menjadi kebanggaan luar biasa bagi ayah+umak (I love U all). Tapi saya tidak merasakan sesuatu yang membuat saya berteriak “yess!”
Dua pertiga masa kuliah saya habiskan untuk mengasah keterampilan menulis (yang menurut kebanyakan orang seharusnya di Fakultas Sastra—di UGM fakultas Ilmu Budaya). Dari keterampilan itu, sejak tahun 2006 tulisan saya sudah berwujud empat buku yang published, satu draft novel, ratusan puisi & cerpen yang siap publish. Tapi saya tetap tidak juga merasakan sesuatu yang ‘menggelitik’ sepertinya halnya ketika saya belajar mencintai ‘si dia’.
Sejak hijrah ke Jogja pertengahan tahun 2001, Internet menjadi menu favorit dalam daftar aktivitas. Setelah bisa browsing, chatting, e-mailing, down-loading, blogging, dan sedikit internet marketing tak jua saya menemukan untuk apa sebenarnya saya melakukan dan menghabiskan banyak waktu untuk semua aktivitas ‘kelelawar’ itu.
Ya, pertanyaan kuncinya adalah: UNTUK APA?
Mulailah saya memeriksa motif-motif dari tindakan-tindakan dan pencapaian sukses (perspektif dari luar saya) yang sudah saya lewati. Satu-per-satu daftar itu saya keluarkan. Melihatnya dari berbagai aspek dan sudut pandang.
Sarjana, saya tak bangga betul menyandangnya karena memang kebanggaan bukan tujuan saya kuliah. Motif sebenarnya hanyalah “Saya begitu suka membaca buku-buku bertema sosial dan menyerap sebanyak mungkin informasi. Ke kampus buat diskusi dan mengumpulkan pengalaman.”
Voila! Tiba-tiba saya senang sekali, karena memang hal itu tercapai. Saya lulus setelah mencatatkan beberapa ‘pengalaman menakjubkan’ di Jogja. Dan itu membuat saya begitu ‘excite’. Satu jawaban “Untuk Apa” terjaba sudah.
Buku-buku yang telah terbit, pada awalnya sempat merasa ‘gede kepala’ ketika buku pertama—8 Kunci Sukses Memahami Isi Hati Cewek—terbit. Lama-kelamaan sepi, setelah menyusul diterbitkannnya buku ke-2, ke-3, dank e-4. Saya tidak merasa bangga dengan sebutan penulis. Saya mencari momen-momen yang membuat saya merasakan sensasi ‘serrrr…’ berhubungan dengan aktivitas menulis. Ketemu! Itu adalah pada saat saya membaca, riset, membangun kerangka berpikir, menganalisis, menguji, mengetik, mengedit dan “Horeeee…!” setelah semua itu, hilang.
I got it, saya hanya mencintai proses penciptaan tulisan kreatif tersebut bukan pada embel-embel ‘penulis’. Ya, motif yang sebenarnya adalah “berbagi”, seperti halnya buku pertama yang merupakan kumpulan pengalaman ‘berdarah-darah’ mendapatkan ‘si dia’. Bukan pada keinginan sekedar ‘menjadi penulis’ atau ‘ingin mendapat royalti’ (meski saya sering kesal dengan penerbit yang tidak menghargai penulis dengan menahan hak—royalti mereka). Satu lagi jawaban ‘Untuk Apa” terjawab.
Internet, sama saja. Meski orang-orang menganggap internet adalah dunia yang ‘canggih’, saya tak merasa menjadi orang yang ‘hi-tech’ atau freak tuh. Ga bangga. Sama saja seperti bayi yang belajar berjalan, jatuh-bangun, sekali bisa seneng banget. Tapi lama-lama jadi biasa, kebutuhan. Saya kembali emalcak motif mengapa saya menggilai internet, blogging dan kawan-kawan. Jawabannya ternyata “Saya suka berekplorasi dan memaksimalkan fungsi gadget.” Selain blogging yang menjadi sarana berbagi, dan tentu saja salah satu fungsi maksimal internet adalah menjadikannya sebagai ‘mesin uang’. Iya kan? Huehehehehe…. Hidup mesin uang internet!
Then… sore itu saya mendapat jawaban dari beberapa pertanyaan yang sering mengganggu pikiran—bukan ‘pikiran terganggu’. Setelah mendapat jawaban yang jelas, saya jadi lega. Dan bertambah semangat, bahwa saya senang berbagi.
Jadi, apakah anda tahu “Untak Apa?” Anda?
Salam.


