Tips Terbang Saat Hamil

Tips Bepergian dengan Pesawat bagi Ibu Hamil

Cerita @mrssyafree yang Terbang ke Bandung

Tips terbang saat hamil
sumber gambar womentribe.com

Beberapa waktu lalu @mrssyafree harus terbang (lagi) dari Surabaya menuju Bandung pulang pergi, padahal usia kehamilan sudah menginjak 26 Minggu. Berangkat dari Surabaya menggunakan maskapai Sr*w*jaya A*r berbekal surat keterangan dokter berusia seminggu lebih. Mai memang selalu pegang ‘surat jalan’ dari dokter kandungan yang merawatnya.

Kok masih bepergian dengan pesawat terbang padahal usia kandungan sudah sedemikian tua? Hehehe… Niat menuntut ilmu yang sedemikian kuat demi upgrading skill dan sudah ‘membujuk’ Dedek di dalam perut–Mai sudah terbiasa mempraktekkan Hypnotbirthing dan berkomunikasi dengan bayi di dalam perut. Mai pun berangkat ke Bandung.

Alhamdulillah tak ada masalah dengan penerbangan Surabaya – Bandung meski Mai dalam keadaan hamil. Program yang direncanakan pun berjalan sukses. Workshop Social Media yang diselenggarakan @webmasterID bisa diikuti dengan lancar meski sedikit mengalami masalah dengan jaringan internetnya.

Masalah terjadi ketika hendak pulang ke Surabaya. Kali ini pulang dengan menggunakan maskapai L*on A*r, Mai ditolak terbang! Kok bisa? Padahal penerbangan sebelumnya tidak ada masalah. Nah, sebelum saya lanjutkan ceritanya, saya mau berbagi beberapa tips dulu nih.

Tips Aman Terbang saat Hamil

Wanita hamil diperbolehkan berpergian menggunakan pesawat, asalkan tidak mengalami masalah kesehatan serius bagi ibu dan janinnya. Dan ada baiknya, untuk memperhatikan hal-hal berikut jika Anda merencanakan terbang saat hamil :

  • Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan perjalanan jarak jauh atau memakan waktu lebih dari enam jam.

  • Hindari melakukan perjalanan menggunakan pesawat ketika hamil muda (trisemester pertama). Pada usia kehamilan ini kondisi Anda masih lemah dan sering mengalamimorning sickness.

  • Tunggulah sampai usia kehamilan menginjak 14-27 minggu untuk melakukan perjalanan menggunakan pesawat. Pada usia ini, kondisi ibu hamil dianggap lebih siap dan fit untuk berpergian jauh.

  • Hindari juga berpergian menggunakan pesawat ketika usia kehamilan memasuki trisemester ketiga. Usia kehamilan ini cenderung beresiko dan kemungkinan terjadinya berbagai komplikasi kehamilan cukup besar.

  • Ajaklah seseorang untuk menjaga dan menemai Anda selama perjalanan.

  • Kencangkan sabuk pengaman di bagian bawah pinggang agar tidak menekan perut.

  • Cegah penyumbatan darah dengan berdiri setiap 30 menit sekali untuk peregangan otot kaki dan pinggang.

  • Ketika membeli tiket, lebih baik memilih kursi yang tidak terlalu jauh dari toilet sehingga mempermudah Anda ketika harus kapanpun ingin pergi ke toilet.

  • Jika harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat, pastikan Anda mengonsumsi banyak air putih agar tidak dehidrasi. Ketika pesawat berada di ketinggian tertentu, kabin pesawat kelembabannya akan semakin rendah sehingga pasokan oksigen pun tidak sebanyak seperti di darat. Hindari mengonsumsi teh, kopi atau soda karena bisa menyebabkan perut kembung.

  • Hindari menggunakan pakaian terbuat dari karet terutama di bagian pinggang atau perut. Gunakanlah pakaian yang nyaman dan hangat.

Terpenting dalam diperbolehkan atau tidaknya terbang saat hamil adalah mengkonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter. Hal ini untuk memastikan kondisi Anda dan janin sehat untuk melakukan perjalanan. Jika dokter mengijinkan, jangan lupa membawa rekam medis kehamilan karena bisa saja dibutuhkan selama perjalanan.

Lanjut lagi ceritanya. Mai tadi saya bilang ditolak terbang oleh L*0n A*r karena mereka punya kebijakan untuk menggunakan surat keterangan dokter fresh tidak lebih dari 3 hari dari tanggal surat.

Bagi beberapa maskapai penerbangan ‘surat jalan’ atau surat keterangan sehat dan boleh terbang dari dokter kandungan, spog, atau dokter umum hanya berlaku selama 3 hari. Pastikan surat tersebut tidak expired sebelum berangkat terbang.

Akhirnya, @mrssyafree dijanjikan berangkat keesokan harinya dengan syarat membawa surat keterangan sehat dan boleh terbang oleh dokter spog. What? Mencari dokter Sp.OG dalam waktu satu malam dan di daerah yang tidak dikenal?  Bencana!

Mai memang akhirnya bisa terbang dengan sukes. Tapi suaminya ini degdegan karena terjadi Prahara Bumil di Tanah Pasundan sebelum dia berhasil terbang keesokan harinya. Bagaimana ceritanya? Nantikan saja 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *