maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Takut Serakah

Wednesday May 27, 2009

Ttakut serakah Takut SerakahAKUT SERAKAH

Saya telah menulis posting tentang tamak versus hasrat beberapa waktu yang lalu. Kali ini postingan saya berjudul takut serakah. Tamak dan serakah sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda. Karena saya tidak memegang KBBI–kamus besar bahasa Indonesia–sekarang, jadi kita fokuskan pembahasan kepada substansi, bukan kepada arti kata. Okey?

Untuk membahas substansi tentang serakah ini, saya harus cerita lebih dulu.

Ceritanya, saya adalah orang yang punya banyak sekali keinginan. Ingin uang banyak melimpah ruah agar semua kebutuhan saya terpenuhi. Ingin punya mobil agar kebutuhan akan harga diri tercukupi. Ingin punya kolam renang di halaman belakang rumah yang megah agar istri dan anak saya bisa berenang tanpa merasa malu memperlihatkan aurat mereka di depan khalayak.

Saya juga ingin membuat lembaga yang mengumpulkan para muda untuk menjadi lebih baik, berwirausaha, bekerja, memaksimalkan potensi. Saya ingin punya sekolah sendiri yang tidak harus mewajibkan siswanya duduk diam mendengarkan guru menjelaskan, punya kurikulum tentang konsep uang yang benar, dan yang terpenting bisa diakses semua orang bukan hanya orang yang punya uang. Saya ingin punya perpustakaan yang lengkap dan nyaman sehingga menjadi ‘rumah kedua’ bagi para pecinta ilmu. Saya ingin punya sekolah menulis, karena saya tahu sulitnya belajar menulis sendirian tanpa mentor.

Saya ingin menghajikan orang tua. Juga orang tua-orang tua yang lain.

(dan saya masih punya banyak keinginan lain yang tak mampu saya tuliskan di ruang ini).

Menurut anda sekalian, para pembaca tercinta. Apakah saya bisa disebut serakah?

Saya terima semua jawaban anda. Jika berminat berbagi, ada kolom komentar, silakan diisi. Tapi saya ingin mengutip penjelasan menarik dari Joe Vitale tentang SERAKAH ini. Kata beliau, banyak orang yang kadang kala merasa menjadi serakah ketika menginginkan banyak hal. Mereka berpikir mereka akan mengambil hak orang lain (ini kata kuncinya–sama dengan tamak).

Cara terbaik untuk mengatasi perasaan ini adalah dengan merasa yakin anda juga menginginkan orang lain juga sukses. Dengan kata lain, jika anda menginginkan sebuah rumah baru tetapi tidak ingin tetangga anda juga memiliki rumah baru seperti anda, anda terjebak dalam ego. Hal inilah yang kita sebut dengan SERAKAH.

Tetapi, jika anda menginginkan sebuah rumah baru dan berpikir bahwa semua orang harus memiliki rumah yang bagus juga, anda bergerak searah dengan semangat kreatif. Dan yang lebih menarik, anda akan dituntun untuk mendapatkan rumah baru itu. Anda akan menariknya ke dalam hidup anda.

Dunia adalah tempat yang diciptakan dengan konsep melimpah-ruah (kita akan bicarakan hal ini di artikel alam yang melimpah ok?). Alam semesta yang diciptakan untuk kita sekarang ini lebih besar dari ego kita yang sempit. Alam memberi kita lebih banyak daripada apa yang kita butuhkan.

Tugas kita hanyalah meminta (anda mau menyebutnya berdoa, berniat, atau apapun) yang kita inginkan dengan rendah hati dan jujur, tanpa berniat mencelakai atau mengendalikan orang lain. Hasrat dalam diri anda datang dari lubuk hati anda. Pada tempat yang disediakan, hormatilah lubuk hati anda, dan nyatakan keinginan anda. Apapun, sebanyak apapun.

Saya sudah, anda?

Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.