Saya Pernah Ingin Berhenti dari Oriflame
Posted by syafree | Under Inspirasi Sukses, Mindset Sukses, Motivasi Sukses, Oriflame Friday Feb 12, 2010Saya Pernah Ingin Berhenti dari Oriflame
Sungguh, dari hati yang paling dalam saya ingin mengucap terima kasih kepada semua Boss Family yang telah menyebut saya, Sapril yang lemah ini, dengan “The Incredible from Belitung.”
Saya baru dapat berbagi tentang pengalaman mengikuti BOP-sekaligus recognisi 21% senior Manajer saya pada awal Februari kemarin. Maklum, begitu pulang kampung ke Belitung setelah dari Jakarta-Surabaya langsung diserbu tumpukan kerjaan karena saya ijin 2 hari kerja.
Dan ijinkan saya bercerita lebih panjang dari biasanya Tentang pengalaman luar biasa saya mengikuti BOP dan rekognisi 21%. Ah ya, saya akan membaginya menjadi dua bagian; satu bagian untuk ‘masa perkenalan’ dengan Oriflame. Dan bagian yang lain adalah pengalaman ’spiritual’ tsaaah… ketika BOP Boss Family 06 Februari 2010.
Saya adalah, member Oriflame yang bergabung di grup Boss Family dan ibu Meuthia Rizki sebagai Diamondnya. Beliau adalah upline saya langsung–yang mendidik kami (Mai-Syafree) agar tidak manja meski jauh dari upline. Kebayang ya, ibu Meuthia berada di Jakarta, Saya di Belitung dan Mai ada di Surabaya. Seperti segitiga sama kaki.
Setelah jalan 10 bulan dari sejak bergabung pada Maret 2009, dan dengan jatuh bangun, kesal, lelah dan kebingungan karena jarak yang memisahkan kami dengan komunitas serta kantor cabang. Akhirnya berhasil sampai di anak tanggal 21% Senior Manajer.
Entah kapan itu semua akan tercapai jika tidak ada suntikan semangat dan dorongan energi positif dari para member Boss Family dan The Bosses yang tak pernah berhenti mengalir dari milis Luarbiasa@yahoo.com.
Setiap hari saya selalu menjadi ‘the silent reader’ sampai-sampai pernah merasa sangat telak tersindir oleh mb Ilna yang bilang, “Yang sampai sekarang masih jadi silent reader, ngomong! Ilmunya jangan disimpen sendiri!” Waaaakkkz… apa yang mau dibagi? Orang saya ga pernah ikut kelas trening–pernah sekali ding, sekali waktu setelah selesai acara lamaran di Jakarta. Ga pernah juga OTO–one to one–meeting dengan upline buat ‘berguru’ dan menyerap energi positif.
Yang ada, saya tersandung-sandung dengan masalah teknis order barang dari luar kota. Try and error. Nyari celah-celah gimana cara efektif agar bisnis berjalan lancar.
Yang ada saya terseok-seok mencari cara agar tidak selalu berada dalam kondisi emosi negatif–saya sendirian di Belitung–karena yang namanya bisnis Oriflame bukan seperti menjual permen seharga 100 rupiah kepada anak TK.
Yang ada saya mencoba melapangkan dada menjelaskan kepada para pelanggan dan para donlen yang juga belum pernah ke Jakarta dan mengikuti kelas trening bahwa bisnis ini harus dimulai dengan pikiran positif. Actually, semua bisnis memang harus dimilai dengan pikiran positif. Tidak ada yang akan berhasil jika selalu negatif dalam pikiran.
Yang, ada saya jadi sering baca buku panduan teknis yang telah saya donwload dari member Area bossluarbiasa.com. Saya jadi lebih banyak baca buku-buku panduan self-help tentang manajemen diri dan berpikir positif. Kemudian membaginya di masiyafree.com.
Tapi saya tetap lebih sering menjadi menjadi ‘the silent reader’ di milis. Mengapa? Saya merasa, “Saya bukan siapa-siapa untuk mengatakan sesuatu di sana (milis).” Dan itu salah. Saya menjadi spons yang serakah. Menyerap semua air tapi menyimpannya sendiri.
Akhirnya saya berbagi di maisyafree.com. Memeras air yang tersimpan di dalam spons saya agar keluar mengucur dan memberi manfaat bagi orang lain. Akhirnya saya mulai bercerita tentang bisnis saya yang hebat ini kepada dunia–iya, internet bukan cuma INdonesia kan?
Satu demi satu masalah terselesaikan; sudah hapal cara mengorder dari luar kota. Sudah sedikit-sedikit paham mengatasi emosi para pelanggan yang emosi dan tidak sabar menunggu. Lumayan bisa mencari orderan besar. Mencari cara kreatif agar orang daerah yang jauh dari kantor cabang seperti saya ini bisa lancar terus berbisnis di Oriflame.
Persisten.
Itu kunci sebenarnya. Jika saya berhenti dari Oriflame–dan saya pernah mengatakan ini kepada diri saya sendiri–ketika ada masalah teknis yang mulai muncul, saya-kami tidak akan pernah berada di posisi senior manajer ini. Untunglah pasangan saya yang hebat tidak pernah bosan mengingatkan saya bahwa, “Abang yang mengatakan, tak akan ada buku abang yang terbit jika abang berhenti menulis ketika naskah ditolak oleh penerbit ketika pertama kali.”
JEGERRRR! Saya diingatkan dengan kata-kata yang pernah saya ucapakan sendiri dan selalu saya ulang-ulang untuk kepada teman-teman yang sedang ‘down’.
I am grateful that Allah Gaves me that-lovely-kindly-smarty-taugh-enaugh to walks beside me. Alhamduillah. *Tips: carilah pasangan hidup yang tepat untuk mendukungmu menuju kesuksesan. Jika tidak ketemu, ajari pasangan untuk memiliki mind-set sukses.*
Salam Juara!
*Hei kenapa ga daftar aja di bisnis hebat ini?



[...] teman sekalian sudah mengerti bahwa akhirnya saya tidak berhenti dari bisnis Oriflame Ketika saya menghadapi beberapa masalah teknis karena saya berdomisili di Belitung yang tidak punya [...]