z

Saya ingin jadi Orang Kaya yang Pintar

reward-bersama-oriflameKALAU KITA BANYAK ILMU;

ILMU YANG AKAN MENJAGA KITA.

KALAU KITA BANYAK UANG;

KITA YANG HARUS MENJAGANYA.

Ini adalah nasehat yang diberikan oleh ayah saya tercinta ketika umur saya mulai mendekat usia sekolah. Dua puluh dua tahun yang lalu, tepatnya.

Saya suka dengan nasehat yang diucapkan beliau saat makan malam di terangi pelita yang mengawangkan jelaga hitam itu. Saya tak terlalu paham apa yang beliau maksud dengan jaga-menjaga pada waktu itu. Yang saya tahu adalah, banyak ilmu itu adalah hal yang bagus.

Sebaliknya, dengan pemahaman kanak-kanak saya pada waktu itu, yang hanya mengenal bahwa dengan uang 50 rupiah saya dapat dua bungkus kacang Garuda yang bungkusnya masih bungkus bening. Saya memahami bahwa nasehat ayah saya itu berarti banyak harta itu membuat hidup tidak aman.

Banyak harta itu merepotkan, membuat hidup tidak tentram.

Itu yang dipahami kepala kanak-kanak saya. Dan sekarang, masih. Bahkan cenderung lebih menguat (amplifying) karena “nasehat-nasehat” dari bukan ayah saya. Iya, banyak orang mengatakan hal yang hampir senada dengan beliau.

Buku-buku, film-film, berita di televisi, koran, semua yang berbau kriminal semakin menguatkan pemahaman saya. Bahwa banyak harta itu membuat hidup tidak aman. Ketakutan akan kecurian, perampokan, pencopetan dan beragam kecenderungan menjadi “korban” kriminal lainnya.

Akhirnya saya, si Sapril kecil ini lambat laun mulai menancapkan diri agar “tidak menjadi orang kaya”. Dan si Sapril besar yang sekarang, menyesali pikirannya itu. Kenapa?

Anda tahu jawabannya mungkin jika sudah membaca tes iq kemakmuran.

Cara bepikir saya yang menganggap ilmu dapat menjaga hidup menjadikan saya begitu menggemari aktivitas mencari ilmu. Begitu tergila-gila dengan bacaan dan buku.

Dan ya, sebaliknya, paradigma Sapril kecil yang mengikuti nasehat bahwa uang itu membuat tidak aman, membuat Sapril yang sekarang jadi takut dengan harta yang banyak.

Saya membenci (takut) uang banyak, sekaligus menginginkannya (sangat). Saya membenci para orang kaya (karena berpikir mereka korupsi dan menipu), tapi saya juga ingin jadi orang kaya (dan kebingungan setengah mati mencari jalannya).

Sound’s familiar kan? Iya, saya tak menebak ata menuduh siapapun dalam tulisan ini. Tapi saya tidak sendiri dengan cara berpikir hasil didikan nasehat yang baik di atas. Ada banyak Sapril-Sapril kecil yang lain di dunia kita ini. Dan ada banyak ayah-ayah bijak yang selalu berusaha mendidik anaknya menjadi “orang baik”. Mendidik anak-anaknya menjadi “orang pintar”.

Tapi kebanyakan ayah tidak mendidik anaknya agar menjadi “orang kaya”. Humm, maafkan saya ayah. Saya sekarang hanya protes, bukan menuduh. Ayah adalah orang baik, dan saya yakin itu. Buktinya sekarang saya jadi orang baik kan? Hehehehehe…

Saya suka sekali dengan “ayah” Mario Teguh ketika beliau mengunjungi sebuah SD yang terkena gempat di Padang beberapa waktu yang lalu. Beliau menanyakan kepada para murid, “Siapa yang ingin jadi orang pintar?”

Semua murid mengangkat tangan.

“Siapa yang ingin jadi orang baik?”

Semua murid mengangkat tangan.

“Siapa yang ingin menjadi orang kaya?”

Semua murid mengangkat tangan.

“BagusĀ  Anak-anak, semuanya jadilah orang yang kaya yang baik. Jadilah orang kaya yang pintar.”  Saya hampir menangis ketika menonton tayangan itu.

Tiba-tiba ada yang menyeruak hendak keluar paksa dari dalam kepala saya. Nasehat ayah saya. Nasehat baik itu mendesak dada saya sampai sakit.

“Saya ingin menjadi orang kaya yang pintar.”

Keluh saya pelan.

Bagaimana dengan Anda?

Salam Sukses :)

Baca Juga:

  1. Dua Cara Kaya : Ke Luar vs Ke Dalam Kita tahu untuk mendapat uang kita harus kerja. TAPI,"Saya tak...
  2. Saya ingin Menerbitkan (Ulang) Buku Ini Pasangan hidup, bukan seperti yang kita bayangkan selama ini, bukan...
  3. Momen Luar Biasa buat Saya Sore ini adalah sore yang ramai ketika saya menulis untuk...
  4. Berapa Kekayaan yang Anda Ingin? Kalau anda ingin mengejar kekayaan, tetapkanlah dalam bentuk apa, dan...
  5. Saya Suka Banget Tagline Ini Saya suka banget tagline ini: Muda Kaya Raya, Tua...

Belajar Web Bisnis

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>