Peraturan Tidur Napoleon vs Formula Tidur Da Vinci
Posted by syafree | Under Uncategorized Thursday May 7, 2009
Peraturan Tidur Napoleon vs Formula Tidur Da Vinci
Ternyata, bukan hanya di lapangan bola Perancis dan Itali itu selalu bersaing. Bahkan dalam hal tidur pun, mereka punya maestro yang layak dicontoh.
Dua maestro itu adalah si Jenderal Napoleon Bonaparte dan si Penemu Leonardo Da Vinci. Berikut kita lihat metode yang mereka pakai untuk tidur.
NAPOLEON’S SLEEPING RULE
Napoleon Bonaparte, si jendral kecil itu–le petit general, memiliki aturan yang dia buat selama rezim kepemimpinannya berkuasa. Mau tahu apa aturan-aturan tidur yang dibuatnya?
–> empat jam untuk laki-laki
–> lima jam untuk wanita
–> enam jam untuk para idiot
(artinya, orang yang tidur selama enam jam atau lebih, dikategorikan sebagai orang bodoh)
Rezim tidur Napoleon ini memang keras. Dia mengatur tidur yang sangat sedikit pada waktu malam, tetapi dia menyusun beberapa periode untuk tidur singkat sepanjang siang hari.
Faktor penting dalam mengganti kekurangan tidur adalah bukan seberpa lama anda tidur, tetapi berapa sering anda pergi tidur. Ada dugaan bahwa, pada saat kita mulai tertidur, tubuh memproduksi hormon-hormon pertumbuhan yang memfasilitasi penyembuhan yang kuat.
DA VINCI’S SLEPING FORMULA
Jika si jenderal kecil Napoleon dari Perancis membuat peraturan rezim tidur yang keras, maka si jenius dari Italia, Leonardo Da Vinci memiliki formula yang lebih ekstrim dari yang dilakukan Napoleon.
Si kakek jenggotan pelukis Monalisa yang sangat terkenal ini, sering mengalami masa-masa tidak tidur sepanjang malam. Dia mengalami masa-masa ketika penuh tekanan dan waktu-waktu ketika dia terikat dalam pekerjaan kreatifnya. (sound’s so familiar… ini cerita tentang Da Vinci atau tentang saya sih?)
Sebagai gantinya, renaisans paling populer ini mengganti pola tidurnya. 15 menit setiap 240 menit (15 menit setiap 4 jam). Wah wah wah… .
Peneliti dari Harvard University, Claudio Stampi, menemukan bukti bahwa orang tetap dapat benar-benar produktif dengan metode yang dilakukan oleh Da Vinci. Para peserta lomba perahu layar pun menggunakan ide ini.
Tapi ada satu cara formula yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas tidur. Cara ini dilakukan dengan membuat periode ‘tidur sampingan’ 25 sampai 30 menit dan sebuah ‘tidur utama’selama 90 menit pada malam hari (membiarkan tubuh anda mengenali bahwa ini adalah malam hari).
Pfiiuuh… tidur aja kok repot ya? Tapi kan, dengan mengatur sesuatu dengan lebih rapi, kita akan mendapat hasil yang maksimal. Iya kan?
Silakan pilih, mau ikut Peraturan Napoleon, atau memakai Formula Da Vinci.
Kalau Saya, ganti-ganti. Saya sering mengalami kedua hal di atas. Tapi lebih sering menjadi orang bodoh yang tidur lebih dari enam jam semalam…
Jadi, sudah dihitung berapa lama anda tidur dalam semalam? Termasuk dalam golongan manakah anda?
Diolah dari sumber: Simplify Your Life, Tiki Kustensmacher dan Lothar J. Seiwart.



Tiduuuuuurrrrr yuk!