Nomor Lotere dari Tuhan
Posted by syafree | Under Inspirasi Sukses, Mindset Sukses Thursday Oct 29, 2009
Nomor Lotere dari Tuhan
Ada seroang pria yang sangat desperate dengan kehidupannya yang miskin. Berulangkali dia berusaha mengubah nasibnya agar menjadi orang kaya selalu gagal. Telah dicobanya berbagai pekerjaan yang menghasilkan uang. Tapi hasil yang diterimanya tak pernah cukup, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Padahal yang dia impikan dalam hidupnya adalah hidup yang nyaman, sejahtera dan berkelimpahan. Selalu ada cukup uang untuk memenuhi segala kebutuhannya. Tapi itu semua hanya hidup dalam kepalanya, dalam angan-angannya.
Pria itu punya satu kebiasaan yang menurutnya akan membuatnya kaya; meniru orang kaya. Dia suka dengan barang-barang atau makanan yang dimakan para orang kaya yang dilihatnya.
Sampai akhirnya dia mencoba jalan yang biasa dilalui oleh para desperado kebanyakan. Berjudi. Tapi dia tak pernah punya uang untuk membeli tiket itu. Uangnya selalu habis untuk makan.
Disuatu malam yang menusuk, ditemani perutnya yang lapar dia menangis tanpa suara. Dia meminta kepada Tuhan agar diberikan kesempatan untuk menjadi kaya. Kelelahan meminta, dia tertidur. Bertemulah dia dengan malaikat dalam tidurnya. Sang malaikat memberitahunya untuk membeli tiket lotre sesuai dengan angka yang ditunjukkan oleh sang malaikat.
Si lelaki itu terbangun. Termenung dia memikirkan mimpinya itu. Ia sangat ingin membeli tiket lotre itu, tapi apa daya tak ada uang sesen pun dalam dompetnya.
Di suatu gang yang sempit tempat dia tertatih menyeret kakinya karena kelaparan, dia melihat beberapa lembar uang. Dengan mata berbinar ia mengambil uang itu dan menghambur dia menuju rumah makan. Makanlah dia sepuasnya. Uangnya habis untuk makan siang yang mewah itu. Dia sangat merasa senang, untuk beberapa saat.
Tapi setelah sore itu, dia kembali kelaparan. Malamnya dia tak bisa makan lagi. Kembali ia protes kepada Tuhan akan nasib hidupnya. Kemarahan dan protesnya itu sampai terbawa mimpi. Katanya dalam mimpi, “Tuhan, mengapa Kau begitu pelit kepadaku. Bahkan untuk membeli lotre pun Kau tak memberiku uang.” Lalu terdengar jawaban dari Tuhan, “Hei Bung! Jangan bilang Aku pelit. Aku selalu mengabulkan permintaanmu. Kau minta nomor lotre kuberi tahu lewat pelayanku. Kau juga minta uang untuk beli lotre itu, kuberikan langsung padamu.”
Jawab laki-laki itu, “Mana uang yang kau beri padaku? Tidak ada! Iya, Kau memang memberi tahu nomornya, tapi itu tidak cukup kalau tak ada uang untuk membelinya.”
“Dasar pria bodoh! Uang yang kau habiskan untuk makan siang mewahmu itu apa?”
“Maksudmu uang yang tadi siang kutemukan di gang sempit itu? Tapi kan saya juga butuh makan, Tuhan!”
“Memang, kau butuh makan. Tapi kau tak harus makan seperti orang yang kelebihan duit! Seharusnya uang itu dapat untuk makan tiga hari dengan sederhana dan cukup kenyang, sisanya dapat untuk membeli tiket lotre dengan nomor yang pasti tembus semalam!”
==^_^==
Memang sepertinya agak aneh ya cerita di atas. Masa Tuhan mau memberi nomor lotre?
Aniway, bukan itu inti cerita itu. Yang saya ingin bagi adalah bahwa, seringkali kita acuh dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan Tuhan kepada kita.
Kita sering berdoa, tapi tak peduli dengan jawaban yang diberikan oleh-Nya untuk kita.
Kita sering meminta kepada-Nya, tapi lebih sering tidak sabar mencermati jawaban yang selalu diberikan-Nya untuk kita.
Kita sering mengeluh kepada-Nya, tapi lebih sering kemarahan kita menutupi pandangan kita bahwa sebenarnya bantuan-Nya selalu datang kepada kita.
Kita sangat sering meminta hal besar agar diberikan kepada kita.
Tapi kita menolak hal kecil yang diberikan oleh-Nya untuk kita. Padahal, hal kecil itu biasanya adalah ‘potongan-potongan kecil’ yang jika kita peka, adalah bagian dari hal-hal besar yang pernah kita minta kepada-Nya.
Tahukah anda bahwa ketika anda meminta anda diberi kebijaksanaan, Tuhan dengan cepat mengirimkan orang-orang yang penuh dengan masalah kepada Anda. Mereka semua meminta bantuan dan nasehat kepada Anda.
Ingatkah Anda dengan kejadian ketika Anda berdoa pelan-pelan agar diberi keselamatan dalam perjalanan, tiba-tiba di tengah jalan Anda diteriaki dari belakang, “Goblok! Hati-hati dong kalau bawa motor!” Teriakan itu seketika membangunkan anda dari lamunan anda sepanjang jalan tadi.
Sadarkah Anda jika meminta diberi kekayaan yang banyak, dia akan memberi kita kesempatan untuk bekerja. Atau anda tiba-tiba dimintai tolong untuk mengerjakan sesuatu? Atau ada orang yang mengajak anda berbinis?
Okey, saya tak ingin berceramah lebih panjang. Karena saya tahu, anda lebih peka dari saya. Karena itu, tolong terus ajari saya untuk terus peka menerima jawab-jawaban dari doa-doa saya.
Mari berdoa,
Mari meminta,
Mari peka menerima.
Salam, sukses!



sebuah hikmah kehidupan, mmg kita benar2 harus menggunakan pikiran kita untuk berbuat bijak, baik pada diri sendiri maupaun orang lain. Thanks ilmunya
yup, setuju Mas Aryo
terimakasih sudah berkunjung ya
Banyak Kang Mas, yang berpikir seperti cerita di atas. Selalu saja berpikir untuk kepentingan dirinya sendiri. Jarang sekali yang berpikir untuk kepentingan Tuhan! Padahal, kita sudah dikaruniai hidup untuk menikmati segalanya. Kinanti sungkem. Whienda.
Yah, mungkin sudah terlalu banyak jawaban Tuhan atas do’a kita yang tidak kita sadari dan kita abaikan begitu saja. Padahal itu semua adalah peluang-peluang kesuksesan yang Allah berikan…
yahh..namanya juga manusia sifat keluh kesah pasti selalu ada..yang miskin kepingin kaya yang kaya kepengen kaya..
kaya lagu Bang haji oma “..yang kaya makin kaya yang miskin makin mskin *play* ”
Smoga cerita diatas dapat bermanfaat bt diri saya pribadi khususnya.