MESTAKUNG : Kisah Sarung Tangan Kulit Kesayangan Saya.
Posted by syafree | Under Inspirasi Sukses, Mindset Sukses Sunday Nov 1, 2009
MESTAKUNG : Kisah Sarung Tangan Kulit Kesayangan Saya.
Suatu sore yang gerah berhasil memancing mood saya buruk untuk keluar dari kotaknya. Ditambah lagi memikirkan persiapan menikah dari sebuah hubungan LDR–long distance relationship, hampir selalu membuat kepala berdenyut, snuut!
Untuk menghibur diri, saya menyalakan tombol teve yang remote-nya sudah rusak karena menjadi mainan adik sepupuku yang sedang lincah-lincahnya mengekplor dunia. Duduklah saya menatapi acara musik live di sebuah mall dalam tayangan itu. Salah seorang penyanyi bintang tamu tampak mengenakan sarung tangan kulit berwaran hitam. Hanya sebelah.
Tapi sarung tangan sebelah itu mengingatkan saya kepada sesuatu; sarung tangan kulit kesayangan yang saya beli di Jogja dua tahun lalu. Sarung tangan yang sebagian sisinya sudah sobek itu nyaman di pakai, dan selalu membuatku merasa ‘gagah’ jika memakainya.
Sayangnya sarung tangan dengan tulisan REPSOL itu sedang dipinjam oleh seorang sahabat ketika suatu hari dia memboncengi saya menuju pantai tempat diskuis laut kami. Begitu pulang, saya lupa memintanya kembali, begitu saya tanya, katanya sedang terselip. Entah, di bagian mana dalam kamarnya. “Saya kangen dengan sarung tangan hitam itu” cailah!
Saya sangat menginginkan sarung tangan pembalap saya saat itu juga!
Jeda iklan mengalihkan pandanganku dari layar kaca. Tak terlalu jelas terdengar, tapi suara ketukan pelan dari pintu depan masih dapat kutangkap dengan telinga yang kadang sering bermasalah ini. Sebuah salam mengiringi ketukan itu.B Setengah berlari sambil menjawab salam aku berjalan menuju pintu.
Muka ramah sahabat saya dengan senyum lebarnya menutupi bidang pandang. Tangannya menjulurkan sesuatu.
Sarung tangan!
Sarung tangan kesayangan yang baru beberapa menit lalu sangat saya inginkan!
“Akhirnya ketemu Bro, setelah mengobrak-abrik isi kamar.” Katanya penuh kemenangan, entah habis ber berperang dengan siapa.
Saya masih bengong menggenggam sarung tangan itu.
“Baruu.. saja aku mikirin sarung tangan ini Bro. Ada penyanyi di tivi yang pake sarung tangan, dan aku ingat benda ini.”
Sahabat saya itu terkekeh, “Mestakung Bro, mestakung. Seperti yang sering kita obrolkan.”
Ya, mestakung. Istilah yang dimunculkan oleh Gde Prama (mudah-mudahan tidak salah), salah seorang guru virtual saya.
SeMESTA menduKUNG, itu artinya. MESTAKUNG.
Apapun yang kita inginkan benar-benar, semesta akan mengantarkannya kepada kita.
Sound’s familiar?
Iya, buat para pembaca budiman sekalian yang sudah membaca karya Rhonda Byrne tak asing lagi dengan The Secret. Atau, mungkin pernah berkenalan dengan LOA-Law of Attraction-nya Michael J. Losier. Pun, Quantum Ikhlas karya penulis dalam negeri, Erbe Sentanu. Tak lupa, penggemar Joe Vitale pasti sudah hapal dengan 5 Faktor Penarik (The Attractor Factors) yang dapat mewujudkan apapun yang Anda inginkan.
Apapun istilahnya; mestakung, the secret, LOA, faktor penarik, quantum ikhlas, semuanya memiliki satu prasyarat dasar dalam proses “kun”! (jadilah, bahasa Arab) itu. Dia (Yang Maha Menjadikan) memberi kita manusia setitik dari bagian kekuatannya untuk mewujudkan apapun (dalam batas kemampuan kita sebagai manusia yang berbahan dasar tanah).
Dengan satu syarat: KEINGINAN YANG KUAT.
Tak akan pernah ada sesuatu yang tewujud dengan baik dan sempurna tanpa keinginan yang tergambar sempurna.
Tak akan pernah mungkin membangun sebuah rumah megah tanpa desain yang detail dan akurat.
Tak akan pernah terwujud apapun, jika kita tidak tahu apa yang ingin kita wujudkan.
Boleh pakai filsafat mengalir mengikuti arus. Silakan. Tapi jangan meratapi nasib jika arus yang mengendalikan takdir Anda. Setiap pilihan membawa masing-masing konsekuensi.
Mestakung, yang sering disebut dengan kebetulan (serendepity) itu bukanlah sebuah hal yang terjadi tanpa sebab. Seperti halnya apel Newton, gravitasi yang menariknya ke bawah.
Dan KEINGINAN KUAT Anda adalah gravitasi yang akan menarik semua apel yang Anda Inginkan.
Masalahnya, apakah anda mau menggunakan gravitasi alami yang sudah terpasang (by default) dalam diri kita manusia ini?
Atau,
Anda tidak percaya dengan gravitasi?
Mulailah dengan sarung tangan kulit saya, eh, hal kecil yang sepele.
Selamat bereksplorasi, salam sukses!


