Melompat Lebih Tinggi

Melompat Lebih Tinggi (setelah pindah rumah)

melompat Saya tiba-tiba teringat sebagian lirik lagu SO7; “…melompat lebih tinggi…” ketika pak Joe (Vitale) bercerita tentang orang-orang yang kelaparan. Orang-orang yang lapar akan kesuksesan, dan untuk mengatasi hal itu mereka harus bergaul dengan orang yang ‘lebih kenyang”. Maksudnya, orang-orang yang lebih sukses.

Agak susah memang untuk mengukur orang yang lebih sukses itu. Tapi saya yakin kita akan bersepakat jika melihat ada orang yang rumahnya lebih megah, mobilnya lebih mahal, lebih dihormati, maka orang itu adalah orang yang lebih sukses daripada kita. Iya kan?

Ingatkah anda akan kawan-kawan kecil anda? Kita menghabiskan waktu 6 tahun di SD dengan kawan-kawan SD yang satu tingkatakan. Selama SMP kita bergaul dengan kawan seumuran SMP. Dan menginjak SMU kita berteman dengan kawan yang berseragam putih abu-abu.

Kita baik-baik saya bergaul dengan kawan satu tingkatan. Kita akan merasa ‘lebih baik’ jika berhasil masuk ke dalam lingkaran gaul kakak kelas. Apa yang akan kita dapat jika bergaul dengan baik bersama kakak kelas?

Tentu saja, ilmu yang ‘lebih canggih’, perlindungan, bimbingan, dan prestise. Kita setingkat lebih tinggi dibanding kawan satu angkatan yang lain.

Tapi kita juga bisa memilih untuk bergaul dengan adik tingkat. Apakah kita akan dengan senang hati melakukannya? Saya kira tidak; mereka ‘gak level’, tidak akan membawa kemajuan, menghabiskan energi. Begitu kan?

Dalam kehidupan kita yang sekarang, kehidupan sehari-hari, dalam bisnis, juga berlaku hal seperti yang saya ceritakan di atas. Hidup hanyalah siklus pengulangan yang mengambil tempat, bentuk dan waktu yang berbeda.

Kita akan baik-baik saja bergaul dengan orang-orang satu level, tingkatan yang sama–pendapatan, kekayaan, dan prestise. Tapi saya juga yakin, banyak dari kita yang ‘lapar’ untuk sesuatu yang ‘lebih’.

Dan untuk memenuhi rasa lapar itu, seperti kata pak Joe, kita harus keluar dari tingkatan kita sekarang. Melompat lebih tinggi ke level di atas kita sekarang. Bergaullah dengan orang-orang yang lebih sukses, lebih kaya, lebih prestisius.

Mereka–orang-orang sukses itu–akan menjadi ‘kakak kelas’ yang memberi ilmu lebih banyak daripada kawan-kawan di level kita sekarang. Mereka juga akan mejadi ‘sparring partner’ luar biasa. Mereka yang akan melindungi kita dari cara berpikir yang akan menjauhkan kita dari kesuksesan.

Jika anda memang merasa lapar, keluarlah dari lingkaran anda sekarang. Temukan komunitas baru. Bangun komunikasi dengan orang baru. Pakailah cara-cara-cara baru yang telah sukses mengantarkan orang-orang menjadi sukses.

Siap untuk melompat lebih tinggi?

Salam LuarBiasa!

NB: Salah satu komunitas sukses bisa anda temukan di luarbiasa.biz. Bergabunglah, kita bangun kesuksesan baru dan lebih tinggi untuk anda. Mau?

5 thoughts on “Melompat Lebih Tinggi

  1. Yes I ready.
    Itulah mengapa saya lebih banyak menghabiskan waktu bersama rekan-rekan pebisnis yang sudah top dan levelnya di atas saya, ketimbang cangkruk ngga jelas dengan temen2 mahasiswa sebaya.

    Dengan begitu saya bisa menjadi lebih bijaksana dalam menyikapi hidup dan menentukan langkah sukses. Namun, biar gimana sekali2 cangkruk tetep lah sama temen2, biar ngga putus silaturahmi.

    Salam Sukses,
    Arief Maulana | Student of National Internet Marketing School

  2. Pingback:10 Nasehat Bijak Einstein | Story of Student

  3. Pingback:10 Nasehat Bijak Einstein « cobacoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *