maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Mati Ketawa di Sekolah Nanang (3)

Friday Nov 13, 2009

Mati Ketawa di Sekolah Nanang (3)

fresh jokes Mati Ketawa di Sekolah Nanang (3)KERJAKAN SENDIRI

Di siang hari yang panas, pak Zaenal mengajar dengan cara ceramah yang membosankan. Murid-murid tampak sangat lesu.

Tiba-tiba pak Zaenal melihat si Joko kawan sebangku si Nanang tidur.

Pak Zaenal teriak kepada Nanang, “Hei Nanang! Bangunkan si Joko!”

Nanang menggeleng pelan. “Enggak mau, Pak. Orang bapak yang bikin dia mengantuk sampai tertidur, mengapa menyuruh saya yang membangunkannya?”

Alhasil, si Joko dan si Nanang mendapat hadiah berdiri dengan satu kaki diangkat di depan kelas sampai bel pulang.

TIDUR NYENYAK

Setelah bel pulang berbunyi pak Zaenal berkata kepada si Joko. “Kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak di dalam kelas ketika saya mengajar, Joko.”

Si Joko menunduk. Tapi si Nanang berkomentar iseng, “Memang tidak bisa, Pak. Tapi kalau bapak ceramahnya agak sedikit pelan, mungkin Joko bisa tidur dengan nyenyak…”

BLETAKK!

SAYA TIDAK BODOH, PAK…

Suatu hari, karena kesal pelajarannya tidak dimengerti oleh para murid dalam kelasnya, pak Zaenal marah kepada semua anak.

“Ayo, yang merasa bodoh silakan berdiri di depan!” Sangat kasar sekali kata-kata pak Zaenal, saking marahnya, keningnya yang berkerut itu semakin berkerut-kerut seperti jeruk purut.

Kelas menjadi hening. Semua anak menundukkan kepala ketakutan. Pak Zaenal garang memandang ke seluruh isi kelas.

Tiba-tiba si Nanang bangkit dari tempat duduknya dan berdiri di samping pak Zaenal.

Lalu si Nanang menoleh kepada pak Zaenal, dan berkata. “Pak, kenapa sih bapak menganggap bapak sendiri bodoh?”

Mata pak Zaenal mendelik mendengar ucapan si Nanang. Sebelum sempat menjawab, si Nanang melanjutkan, “Sebenarnya saya tidak merasa diri saya ini bodoh pak. Tapi saya kasihan melihat bapak berdiri sendiri di depan…”

JEDUGGG!

TELAT

Suatu hari si Nanang terlambat datang ke sekolah (sebenarnya sudah sering dia terlambat. Tapi karena kecerdasan otaknya, dia selalu berhasil mencari alasan untuk menghindari hukuman dari guru kelasnya). Kebetulan kali ini pelajaran pertama yang mengajar adalah pak Zaenal.

Karena sudah hafal dengan tingkah laku si Nanang yang tak mungkin mempan dengan hukuman, pak Zaenal bertanya angin-anginan. Sekedar formalitas. Biar tidak diprotes murid-murid lain yang nanti pernah terlambat dan dihukum. Juga untuk mencegah murid-murid lain agar tidak berniat untuk men-terlambat-kan diri.

“Apalagi alasanmu kali ini, Nanang? Sepedamu bocor? Ada kambing hamil yang melahirkan di tengah jalan lagi? Atau ada kebakaran besar dan kamu harus membantu petugas pemadam kebakaran menyelamatkan rumah-rumah?”
Si Nanang menggeleng cepat, menjelaskan dengan semangat apa yang barus dilihatnya pagi ini di dekat sekolah. “Ternyata di perempatan dekat sekolah kita ada rambu yang baru dipasang pak. Rambu itu yang membuat saya terlambat.”
Mendengar jawaban baru si Nanang pak Zaenal penasaran.”Kok bisa rambu lalu lintas membuatmu sampai terlambat ke sekolah?”

Si Nanang dengan pedenya menjelaskan kepada pak Zaenal. “Iya Pak, jadi dirambu itu ada tulisan ‘jalan pelan-pelan ada sekolah di depan’ jadi ya terpaksa saya mengayuh sepeda pelan-pelan pak. Saya harus patuh dan menaati rambu lalu lintas kan, Pak?”

PLETAKK! Sepotong kapur jatuh ke lantai. Si Nanang berjalan menuju bangkunya sambil mengusap keningnya yang nonong itu.

2 Comments »

haha …. si nanang emang cerdik!!!!

November 14th, 2009 | 2:00 pm

Yang cerdik kaya gini ms Rojai, biasanya kepalanya banyak benjolnya. … kwekekekekek…

November 14th, 2009 | 2:45 pm
Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.