maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Ketika Doa Tidak Dijawab

Friday Jun 5, 2009

ketika doa tidak dijawab Ketika Doa Tidak DijawabKETIKA DOA SAYA TIDAK DIJAWAB

Hampir 7 tahun saya kuliah, dan sebagian besar masa kuliah itu dipenuhi dengan kesedihan, kelaparan dan kecemburuan.

Saya sedih karena tidak punya cukup uang untuk membli buku-buku yang saya inginkan. Saya sering kelaparan (dalam arti yang sebenarnya) karena uang kiriman yang hampir tak pernah cukup untuk satu bulan. Dan saya selalu cemburu dengan mahasiswa yang dengan santai keluar dari mobil kinclong nya di parkiran kampus.

Malam-malam saya dipenuhi dengan doa yang basah. Air mata yang mengiringi penyesalan, kekalutan, pertanyaan, dan tuntutan kepada Dia; Hidup ini tidak adil!

Tapi hidup terus berlanjut. Dunia berjalan seperti biasanya, saya terus menyesali ketidakmampuan saya memborong semua buku yang saya inginkan. Saya tidak sadar kalau Dia selalu berhasil mengantarkan saya masuk ke dalam perpustakaan kampus yang nyaman, dan gratis! Dia juga menghadirkan kawan-kawan yang sangat sering memberikan kesempatan pertama membaca buku yang baru mereka beli. Saya juga tidak sadar ketika Dia memerintahkan tangan saya untuk menulis dan mengikuti beberapa lomba menulis dengan buku sebagai hadiahnya… .

Yah, seperti yang saya bilang, saya sering menangis kelaparan. Saya tak tahu apakah ada mahasiswa yang mati karena kelaparan. Thanks God, saya tetap hidup. Meskipun dulu begitu bodoh, hanya bisa meringis memegangi perut karena tak punya uang untuk beli makan (jangan tanya berapa hutang saya di warung makan dekat kos waktu itu). Saya jarang menyadari bahwa Dia membawakan makanan untuk saya melalui kawan-kawan saya. Saya seringkali menampik ajakan kawan-kawan untuk terlibat di kegiatan-kegiatan kampus yang menghasilkan uang yang cukup untuk makan. Alasan standar, “Sori, tapi aku masih banyak tugas ni…” Dan saya terus mengeluh karena tak punya uang.

Akhirnya saya tak tahan lagi, untuk tidak bekerja. Saya mengerjakan apa saja agar bisa dapat uang untuk sekedar mengisi perut. Celakanya, saya masih juga buta, doa saya tak pernah dijawab oleh-Nya. Saya minta 2 juta sebulan, tapi cuma dapat 300rb! halah! benar-benar pas untuk makan, tanpa beli buku, apalagi pacaran. Hiks…

Cemburu, semakin hari semakin mengarat dalam hati. Saya dengan sombong, mengejek dalam hati, “Mobil hasil korupsi bapaknya.” Padahal Dia menyodorkan tangan-Nya untuk berteman dengan mereka. Mencari tahu bagaimana caranya mereka dapat itu mobil. Saya menjauh, ego begitu berkuasa dalam diri. Hingga tak menyadari bahwa proposal bisnis yang ditawarkan oleh-Nya untuk solusi keuangan saya, menguap begitu saja. Lagi, banyak alasan untuk membenarkan ego saya itu, “Yah… saya tak pandai berbisnis. Terlebih saya tak punya modal…”

Standar huh?

Dan sekarang, saya sering bercanda dengan-Nya. “Tuhan, mengapa tidak dari dulu dikasih tahu kalo saya buta?” Saya terbahak ketika menyadari kebodohan-kebodohan saya.

DIA bilang, ” Kalau kamu AKU kasih uang segepok lewat lubang angin kamar kosmu yang pengap itu, Kamu bakal stres dan gila memikirkan darimana asalnya uang itu.” Plakkk! (tak perlu bilang saya bodoh, saya tahu itu.)

Iya, semua yang pernah kenal saya bilang,”Kamu cerdas, punya potensi luar biasa.” Tapi DIA bilang saya bodoh. Dia menertawai saya ketika memberi tes intelegensia kemakmuran lewat pak Joe. Melihat hasil tesnya, saya terbahak sampai menangis.

Doa-doa saya tak pernah tak dijawab. Hanya saya terlalu buta untuk melihat bahwa DIA tak pernah meninggalkan saya. Doa-doa saya selalu dikabulkan. Thanks God, alhamdulillah.

Dan sekarang, coba cek lagi, sudahkah doa-doa anda dijawab?

Atau, sudahkah anda berdoa?

Salam luarbiasa!

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.