maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Kado Desember : Thanks to Facebook!

Saturday Dec 5, 2009

Kado Desember : Thanks to Facebook!

kado desemberDesember adalah bulang kelahiran saya. Meski saya kelahiran Belitung, saya suka utak-atik gathuk nya budaya Jawa. Kata orang Jawa, ‘desember’ itu adalah gedhe-gedhene sumber.

Saya tidak tau translasi yang tepat untuk kata tersebut. Tapi dari si Mai, saya tau arti yang konteksnya cocok buat saya: pintu dan peluang yang besar. Dan saya mengartikan sendiri makna yang cocok dan positif buat saya : Saya lahir di bulan yang penuh dengan peluang. Tinggal mengubah peluang itu jadi luar biasa.

Nah, taun 2009 ini, hari lahir saya istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Saya dapat kado dan hadiah yang luar biasa. *by default, telpon pertama dari sang tercinta, tentu lah istimewa*.

Kado luar biasa yang saya dapat adalah dari Facebook.

Kadonya apa? Uang? Apple Iphone kesukaan saya? TV? Laptop? SOund sistem keinginan?

Bukan.

Hadiahnya adalah sesuatu yang tak saya duga sebelumnya. Di luar ekspetasi saya.

Saya dapat kado ratusan doa dari kawan-kawan dalam daftar teman saya di Facebook.

Saya memang tak sempat menghitung seberapa banyak doa yang tertulis di wall profile Facebook saya. Jumlah menjadi tidak penting, aniway. Yang penting adalah substansinya : bahwa Yang Maha Penyayang sedang menunjukkan bahwa Dia sangat care dengan saya. Ditunjukkan lah bentuk care-nya itu dengan ratusan teman-teman yang peduli dengan saya.

Tau yang saya rasakan ketika pertama kali membuka halaman depan Facebook saya? Energi positif yang luar biasa.

Membuat jantung saya deg-degan, membuncah, bahagia. Begitu banyak kawan-kawan *yang bahkan saya belum pernah bertemu muka sama sekali* yang mengucap selamat dan mendoakan kesuksesan, kebahagiaan, keberkahan, kemudahan hidup, dan enteng jodoh *Yang ini saya paling suka ^_^*

Over hiperbolic? Terlalu berlebihankah cerita saya? Tidak. Saya pernah terpuruk jatuh dan dalam, doa orang-orang lah yang menyelamatkan saya. Sejak saat itu saya tidak ingin lagi meremehkan doa. Dan semakin banyak mendoakan.

Adalah hal yang biasa bagi kita untuk mendoakan orang lain hanya sekedar berbasa-basi “Aku bantu doa deh…”, “Aku doakan ya…”, “Semoga Sukses…” atau sekedar “AMIN…”

Tapi itu menjadi tidak biasa bagi saya. Doa adalah ‘request ping’, *sorry pake istilah aneh ya* kepada Yang Maha Mengabulkan. Uniknya, request ping yang ini tidak hanya sekedar lewat, tapi juga di amplify (diperkuat) oleh para Malaikat.

Kata guru ngaji saya dulu *Semoga Allah melapangkan kubur beliau*, setiap kali kita berdoa, para malaikat akan mengucap “AMIN.” Dan jika kita mendoakan orang lain, para malaikat akan mengucap, “AMIN, dan KAMU juga.”

Karena itulah, saya suka jika ada teman yang minta didoakan. Dan saya juga suka minta tolong didoakan. Karena saya tidak tahu, apakah doa saya sendiri ‘bisa sampai’ atau tidak. Dan saya juga tidak tahu teman saya yang mana, yang hatinya lebih bersih dari saya sehingga doanya lah yang ‘nyambung’ kepada-Nya.

Doa yang ‘diberikan’ untuk orang lain, pada dasarnya mendoakan diri sendiri. Malaikat yang melakukannya untuk kita. Siapa yang lebih bersih dari Malaikat? *Doa ibu adalah salah satu yang terkuat, tanyalah pada orang yang lebih berilmu dari saya*.

Terima kasih banyak untuk semua teman di Facebook. Terima kasih doanya. Semoga Dia mengabulkan doa-doa kalian, amin.

Ah ya, terimakasih banyak untuk para pembaca budiman sekalian. Juga kepada Facebook yang telah menciptakan revolusi interaksi sosial yang membuat orang-orang lebih mudah berbagi. Kata Paulo Coelho: Cerita seorang manusia, adalah cerita seluruh umat manusia.

Salam Sukses!

Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.