Hantu Lapar
Posted by syafree | Under Inspirasi Sukses, Mindset Sukses Thursday Jun 4, 2009
HANTU LAPAR
Weits… hantu lapar, apa pula ini? The Buddha menyebut hantu lapar sebagai keinginan-keinginan yang menggerakkan Anda. Yang seharusnya Anda lah yang menggerakkan keinginan-keinginan itu. Kalau saya terbiasa dengan istilah nafsu—yang sering di generalisasikan secara negatif.
Saya, jujur saja sering dikuasai sang hantu lapar ketika sudah menyangkut satu hal: uang. Saya begitu terikat dan dikendalikan uang (baca: tanda orang dikendalikan uang dari jalan uang.wordpress.com). Bukan saya yang mengendalikannya.
Keinginan menambah perabot baru, misalnya, ketika ruang dalam rumah Anda tidak mampu lagi menampung untuk yang baru adalah wujud nyata dari sang hantu lapar. Keinginan akan mobil baru ketika anda sudah memiliki dua mobil yang lebih sering diparkir di garasi mungkin juga dihinggapi hantu lapar.
Keinginan akan lebih banyak kekayaan ketika anda sudah kaya raya mungkin adalah bentuk hantu lapar yang lain. Keinginan lebih banyak makanan padahal anda sudah kekenyangan karena baru saja makan sangat besar kemungkinan dikipasi oleh si hantu lapar.
Keinginan untuk menambah pasangan baru dalam hubungan padahal Anda memiliki pasangan yang ‘ideal’ ada kemungkinan dipengaruhi oleh hantu lapar.
Jadi, hantu lapar itu dikendalikan oleh nafsu neurotic yang menggebu-gebu. Disebut nurotik karena nafsu yang mereka rasakan sering kali merupakan keinginan akan hal lain yang dialihkan ke bentuk lain. Hal ini bukan sesuatu yang gampang disadari. Demikian papar Dominic Houlder dalam Mindfullness and Money.
Wadow, jangan lempari saya! Saya tidak sedang mengompori Anda agar tidak punya keinginan. Saya tidak melarang Anda untuk memiliki keinginan apapun. Keinginan itu baik. Keinginan itu adalah sumber dari gerak hidup, bekerja, bertumbuh dan mencintai.
Keinginan itu manusiawi.
Hanya saja, Kita harus ‘memantau’ keinginan itu. Agar kita tidak menjadi wayang yang didalangi oelh keinginan tersebut. Si Hantu Lapar –keinginan—memerintah Anda untuk “lakukan ini”, “kerjakan itu!”, “Cari ini”, “kemudian itu”, dan tidak pernah memberi Anda kesempatan untuk menarik nafas dengan damai.
Hantu lapar adalah keinginan dari ‘luar’ diri Anda. Keinginan sejati berasal dari dalam jati diri Anda. Ingat tulisan saya “Untuk Apa?” yang di posting beberapa waktu yang lalu? Saya menceritakan pengalaman saya membongkar motif dasar yang menggerakkan saya.
Harapan-harapan sejati seringkali terbelenggu oleh keinginan-keinginan semu. Bila keinginan Anda berasal dari dunia ‘dalam’ Anda, Anda dapat memiliki apa pun yang Anda inginkan. Pada titik ini terjadilah apa yang disebut oleh Gde Prama sebagai Mestakung—Semesta Mendukung. Hasrat semesta menjadi Hasrat Anda.
Jadi, siap mengenali hantu-hantu lapar Anda?
Salam Hebat!


