maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Greatest Moment: Standing on the SM Stage

Monday Feb 15, 2010

Greatest Moment: Standing on the SM Stage

Baiklah, teman sekalian sudah mengerti bahwa akhirnya saya tidak berhenti dari bisnis Oriflame Ketika saya menghadapi beberapa masalah teknis karena saya berdomisili di Belitung yang tidak punya kantor cabang

Testimoni SM Sapril

Oriflame. Saya menolak jadi ‘the quitter’, saya memilih menjadi “Juara”, tidak akan berhenti sampai saya berada di podium dan mendapat pialanya. “Stand up for the champion” kata Right Said Fred.

Saya terus bertahan untuk tetap berbisnis–bersama Maia–yang tak berhenti memberikan banyak pengertian. Bersama Boss Family yang terus memberi support. Bersama ibu Meuthia yang mau mengunjungi Belitung dua kali untuk membantu saya mengenalkan Boss Family di Belitung.

Adalah hal yang sangat menggembirakan ketika saya mendapat sms dari Maia, “Bang, kasih tau mb Thia kalo kita sekarang 21 (%)” pada tanggal 30 Januari Lalu. Eh, bagian ini sudah saya ceritakan di catatan akhir januari ya.

Dan akhirnya saya pun berangkat ke Jakarta pada tanggal 06 Februari 2010. Berangkat jam 10.40 dan tiba di Jakarta pukul 11.05. Nyari travel yang biasa saya gunakan ternyata sudah berangkat dan harus menunggu 1 jam lagi. Gawat, bisa-bisa telat ikut BOP Bulungan yang dimulai jam 14.00

Pilih taksi gelap aja. Biar cepat. Pake Bis ke Blok M, pengalaman saya dulu lamaaaa sekali karena macet. Sama saja, beresiko telat. Saya ga mau telat di acara ini. Saya sudah pinjam kamera-digital, saya ingin rekam semua momen yang dapat membuat saya-dan para donlen saya di Belitung menyaksikan betapa bersemangatnya orang-orang di Jakarta berbisnis di Oriflame. Saya tak ingin terlambat, karena kata Maia *sepertinya dia sedang meledek saya*, “Abang jangan telat, karena bintang utamanya kan Abang, semua orang ingin melihat yang namanya Mai-Syafree, live.Bukan dari blog.”

Singkat kata, tibalah di Bulungan setelah si bapak tanya-tanya jalan *Terus terang saya tidak hapal juga karena dulu naik bis turun di Blok M dan jalan kaki ke Oriflame Bulungan*.

Saya segera menuju GOR Bulungan yang berada tepat di seberang kantor Oriflame. Rame! Ada anak-anak muda belia yang sedang khusyuk mendengarkan uplinenya *mungkin* menjelaskan tentang Oriflame di pelataran pintu masuk GOR.

Ada sekelompok ibu-ibu yang sedang berbincang-bincang ramai. Ada kelompok cowok-cowok yang juga dengan pedenya menjelaskan beberapa hal di katalog kepad teman-temannya.

Saya masuk ke dalam, dan langsung bertemu dengan para Bosses berseragam Orange. Saya tanya toilet, karena tidak tahan lagi…*maaf*. Mereka menunjukkannya dengan senyum. Saya kenal wajah-wajah mereka dari blog-blog yang pernah saya kunjungi; Tapi tak ingat nama-namanya. Jadi daripada salah, dan saya yang terburu-buru berlarilah saya yang menyandang ransel berat menuju ruang belakang. Eh, dilorong ketemu Rio*Saya ingat betul yang satu ini, karena dia satu-satunya cowok yang pake seragam orange di Flyer keren Boss Family.*

“Mas Rio, kenalkan saya Sapril.” Saya menyodorkan tangam, senyum sedikit dan langsung berlari lagi. Rionya hanya gelagapan, menyambut uluran tangan saya, “Eh Iya, saya Rio.” Bingung mungkin dia, “Ni orang siapa ya?”

Belum sampai ke Toilet, celingak-celinguk ada yang manggil dari belakang, saya noleh. “Mas Sapril ya?” Saya nganggung sambil berusaha keras mengingat wajah yang juga familiar ini, thanks God saya ingat. Mb. Novi Mardiana.

Senang sekali ada yang kenal saya yang dari kampung ini *narsis mode: on*.

Nah, sebelum acara dimulai saya sibuk merekam semua momen yang dapat saya rekam. Begitu acara sudah mau dimulai, saya beli tiket masuk. Sepuluh Ribu. Duh, Orang Jakarta beli tiket sepuluh ribu masih mau datang ke acara ini. Di BElitung saya kasih acara gratis–yang datang diamond–ditambah banyak door prize gratis yang datang ga nyampe seperempatnya dari 300 undangan yang disebar. Luar biasa memang.

Begitu saya naik tangga menuju ruang dalam stadion tempat acara berlangsung, saya sempat mendengar, “Lho kok mas Sapril juga ditarik tiket?” Jawab yang satu lagi, “Lah, saya enggak ngerti kalo itu mas Sapril.” Saya nyengir kuda sambil terus merekam di dalam gelap tayangan profil pendiri Oriflame di giant screen.

Satu demi satu acara berlangsung, pengumuman produk baru, recognisi 3%, profil perusahaan, recognisi 6%, penjelasan sistem, recognisi 9%, Promo baru bulan Februari, recognisi manajer 12%, games, recognisi manajer 15%, 18% benar-benar membuat saya, apa ya… Thrilling!

Am So excited being there! Ditengah kerumunan orang-orang yang penuh semangat, para achievers, para juara, para pengejar sukses. Ini yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya untuk menjaga semangat saya. Tapi saya hanya menahan semuanya dalam degub jantung. Tangan saya gemetaran setiap kali para new achievers di panggil menuju panggung untuk mendapat penghargaan. Luar biasa. Saya tak melewatkan satu pun momen itu dengan merekamnya.

Sampai akhirnya recognisi senior manajer 21%. Saya sudah tahu bahwa hanya ada dua orang yang akan dipanggil Yosi dan saya. Tapi saya tak sempat mendengar nama saya dipanggil karena saya fokus turun menapaki tangga menuju panggung di ruangan yang gelap. Yang saya dengar hanya gemuruh tepuk tangan hebat yang belum pernah saya dengar sebelumnya!

Mb Meuthia sudah menunggu saya dengan senyum lebarnya di depan panggung. Saya melihat air matanya meleleh. Haduh, saya tipe orang yang melankolik yang tidak bisa melihat orang menangis. Jadi pengin nangis juga.

Salaman gaya boss family penuh semangat. “SElamat…selamat, luar biasa!Sini mas kameranya, saya rekam.” kata mb Meuthia. Entah selanjutnya berapa orang yang mengucapkan selamat dan menyalami saya. SEmuanya berseragam Orange. SEmuanya menyalami saya.

Dan Ketika saya naik ke atas panggung, saya hampir jatuh limbung, lemas. Di depan saya tampak 600 orang lebih sedang berdiri bertepuk tangan. Saya GR. Terharu, bangga, bercampur jadi satu. Saya tahu tepuk tangan itu bukan hanya untuk saya, tapi juga Yosi New Achiever 21% juga.

Tapi sekali lagi, saya boleh bilang, saya GR! Saya bahkan bingung mengapa tepuk tangannya begitu lama. Ditambah lagi suara merdu nan bersemangat dari West Life “Dare to Dream” yang membuat merinding. Saya terpana. Tangan saya tiba-tiba dingin. Gawat, demam panggung–dalam arti yang sebenarnya.

Perhatian saya terpaku sama mb Thia yang tak henti-henti mengusap mata. Lagi-lagi… saya menahan diri untuk tidak ikut menangis. Dan begitu West Life selesai, mb Erni langsung naik ke panggung dan menyematkan pin 21% ke kerah kemeja saya dan Yosi. Lalu satu demi satu para Bosses menyalami kami. Tanpa banyak pembuka Rio langsung menyerahkan mikropon ke saya, “Silakan mas Sapril.”

“Waw…Saya terharu.” Itu kata pertama saya. Saya benar-benar tidak menyangka, seperti ini rasanya berdiri di panggung dan mendapat penghargaan yang luar biasa. Tidak akan terlupakan. “Terimakasih untuk mb Meuthia, Director saya, the Diamond yang telah membuat saya berdiri di sini.”

Gemuruh. Tepuk tangan kembali terdengar.

“Here i am, orang kampung, orang daerah yang tidak punya kantor cabang, jauh dari upline. Saya tidak akan berada di sini jika tanpa dukungan Boss Family yang terus mengajari dan menyuntik semangat saya dari milis.”

Ganteeeeng.! sepertinya saya mendengar ada teriakan seperti itu dari deretan para hadirin. Entahlah, mungkin hanya perasaan geer saya saja. Jarang-jarang ada orang yang menyebut saya ganteng. *memang tidak sih*.

Tak banyak yang saya katakan dalam testimonial saya. Tapi saya menekankan kepada semua orang dalam ruangan itu, terutama kepada para member baru yang sedang bersemangat, “Inilah saya, yang kalau ketemu orang merasa minder.” Saya tunjukkan kaki saya yang panjang sebelah.

“Yang jika ada orang ke rumah saya berlari masuk ke dalam kamar. Yang kalau bicara dengan orang saya nunduk. Yang merasa malu dengan keadaan diri sendiri.”

Ruangan hening.

“Tapi saya tidak ingin terus berada dalam gua gelap saya. Pasangan saya mengajak keluar, mengenalkan dengan Boss Family dan mb Meuthia yang luar biasa. Dan ya, Anda sekalian melihat saya berdiri di sini sekarang. Tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya mungkin. Selama kita berpikir mungkin. Saya sudah membuktikannya, sekarang giliran Anda yang belum.”

SEkali lagi tepuk tangan yang luar biasa. Astaga.

“Cita-cita saya tak banyak. Saya ingin banyak beramal, karena itu saya ingin punya uang banyak dari Oriflame.”

Selesai. Tentu saja, tepuk tangan terdengar lagi. Belum pernah saya diberi tepuk tangan sebanyak ini selama hidup saya. Ya Kaabir… kesombongan itu adalah selendang-Mu, ampuni saya jika saya sempat merasa memilikinya.

Lalu Yosi yang memberi testimoni. Anak muda, mahasiswa, cantik, menarik dan tentu saja sekarang banyak duit. Segalanya mungkin di Oriflame, tentu saja dengan Boss Family.

Duh… panjang ya. Ga pa pa jarang-jarang saya bercerita panjang. Karena ini spesial buat saya, maka mohon dimaklumi jika saya bercerita panjang :)

Dan, ingin mengalami greatest moment juga? BISA! gabung dulu yak :)

Salam Hebat!

3 Comments »

Salam Kenal mas Sapril,

amat sangat sangat terharu dan malu saya baca postingan ini mas. Betapa saya selama ini masih terlalu banyak mengeluh dalam menjalankan bisnis ini..

Thanks mas Sapril

u’r my inspiring

February 17th, 2010 | 8:14 am

Salam Kenal juga mb Siska :)
Okay, we’re in great bisnis, right? Ga pa pa teruskan, persisten, pegang terus impianmu.
Senang bisa menginpirasi, alhamdulillah.

Terimakasih banyak, semangat! :)

February 17th, 2010 | 11:17 am

[...] Dan ijinkan saya bercerita lebih panjang dari biasanya Tentang pengalaman luar biasa saya mengikuti BOP dan rekognisi 21%. Ah ya, saya akan membaginya menjadi dua bagian; satu bagian untuk ‘masa perkenalan’ dengan Oriflame. Dan bagian yang lain adalah pengalaman ’spiritual’ tsaaah… ketika BOP Boss Family 06 Februari 2010. [...]

July 14th, 2010 | 10:02 am
Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.