Ganti Merek Kopi Gara-Gara Undian
Posted by syafree | Under Mindset Sukses Monday Nov 23, 2009
Ganti merek kopi gara-gara undian
Ini fakta, saya adalah penggemar fanatic kopi-blended instant merek Indocafe coffemix. Baik dalam kemasan botol, maupun dalam kemasan sachet.
Saya menyukai kopi tersebut karena aroma dan rasanya yang kuat dan pas di lidah saya. Ada sensasi pahit yang agak ‘gosong’ dibanding kopi-blended lain yang lebih cenderung ‘berasa susu’ dibanding ‘rasa kopi’.
Satu lagi, untuk kopi hitam, saya juga penggemar setia kapal Api. Saya memang pernah mencobai banyak merek dan jenis kopi hitam. Dari yang local sampai impor. Kebetulan Jogja memiliki banyak warung kopi dan café berbagai kelas yang menjual kopi dari berbagai tempat di seluruh Indonesia.
Sayangnya dua kopi kesayangan itu akhirnya digeser oleh berbagai kopi bermerek “undian uang dan mobil”. Seringkali saya termenung lama berdiri di rak-rak yang menjual kopi di minimart, atau supermarket. Hanya untuk menentukan pilihan; kopi yang biasanya, atau ‘kopi undian’?
Dan kopi undian lah yang lebih sering menang. Saya mengganti kopi kesayangan lidah dan imaginasi kenikmatan dengan kopi baru yang mengekor kantong dan angan-angan hadiah uang, mobil, teve atau apapun.
Saya tidak tahu apakah ada orang lain juga yang mengalami hal yang sama dengan saya. Tapi dari beberapa berita yang saya baca, ada banyak orang yang menjadi korban penipuan dari program kopi berhadiah ini. Dan ternyata tidak hanya terbatas kepada produk kopi, melainkan sabun mandi, deterjen, shampoo dan consumer goods lainnya.
Artinya, hasrat orang untuk memiliki uang banyak atau hadiah besar menjadi ‘senjata’ bagi para pemasar untuk meningkatkan jualan produknya.
Dan ini berhasil. Setidaknya kepada saya dan kopi kesukaan saya.
Tidakkah kita bisa mengambil pelajaran menarik dari kejadian ini? Jika kita bisa berpikir seperti konsumen yang memiliki hasrat begitu besar untuk ‘mendapat hadiah’ atau ‘bonus’ atau ‘diskon’ atau ‘menang undian’, kita dapat menggunakan itu untuk membuat strategi pemasaran yang tepat.
Jika memang belum mampu memberi hadiah undian yang wah, diskon dan gratisan pun joss. Termasuk harga yang lebih murah. Terbukti dengan warung deket rumah dan yang jauh, saya belanja di tempat yang jauh, karena lebih murah beberap ratus rupiah…*padahal kalo diitung bensin ya tetep aja sama…* Tapi rasanya gimana gitu kalo dapat yang lebih murah, apalagi gratisan…
Ini juga yang saya pake, semua orang suka gratisan. Makanya saya kalo punya banyak barang yang bias dikasiin gratis, saya kasiin ke orang-orang. Bukan apa-apa, setiap pemberian itu sebenarnya kita memberi untuk diri sendiri. Bahkan balik berkali-kali lipat… beneran.
Kembali ke Kopi, sekarang saya lebih suka kopi local Belitung. Pahit dan hangusnya kerasa, meski agak asam sedikit (ini karena jenis robusta kali ya…). Dan soal kopi undian? Nanti aja deh, kalo lagi pengen selingan. *saya ga pernah dapat karena masih punya mental bloking sama undian… kehkehkehkeh… itu kata para pakar*
Yuk Ah… salam sukses!


