maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Dua Ekor Pipit Beradu Terbang

Wednesday Aug 26, 2009

Dua Ekor Pipit Beradu Terbang :

BERTEMAN DENGAN YANG LEBIH BESAR

beradu terbang Dua Ekor Pipit Beradu TerbangAlkisah ada dua ekor burung pipit yang ingin terbang dari Jogja ke Jakarta.

Pipit yang pertama adalah pipit yang optimis merasa dirinya selalu mampu melakukan segala hal dengan kekuatan dirinya sendiri. Badannya memang besar dan sehat.

Sedang pipit yang kedua adalah pipit yang bijak. Selalu berusaha mencari jalan cara terbaik untuk mengatasi masalah. Meski tak sebesar pipit pertama, pipit yang bijak ini hampir selalu berhasil menjadi pemenang di antara mereka berdua.

Di antara sibuknya kehidupan Malioboro, dua ekor pipir yang bersahabat itu bertengger di salah satu pohon rindang di depan benteng Vredeburg.

“Jadi, kita ke Jakarta nih?” Tantang pipit pertama dengan optimis. “Sanggup ga kamu terbang dengan sayap sekurus itu?” Lanjutnya jumawa.

“Santai sob, kita liat aja. Yang penting kan sampai ke Jakarta. Okey?” Kata si pipit kurus bijak itu kalem.

“Ok, see you then ini Jakarta. Kita ketemuan di monas saja ya?” Si pipit kedua mengangguk. “Eh, jangan lama-lama lho. Nanti bisa jamuran aku nungguin di sana.” Lagi-lagi pipit besar itu menepuk dada.

“Iya… iya… udah berangkat aja.” Kata si pipit kurus itu tetap kalem.

Dan terbang lah mereka berdua menuju arah yang berlawanan. Pipit besar melesat cepat menuju ke timur, menuju arah Jakarta. Pipit kecil masih berputar-putar santai menuju bandara.

Besok harinya.

Pipit besar terengah-engah hinggap di salah satu pohon. Nafasnya buncah kelelahan. Lalu datanglah si pipit kecil dengan senyum-senyum.

“Kok lama sih bro?” Tanya si pipit kecil.

“Lho… emang kamu kapan nyampai, orang aku baru nyampai dan baru liat kamu barusan.” Sahut si pipit besar ngos-ngosan.

“Iya, tadi abis ngobrol-ngobrol dengan temen-temen di ujung sana itu.” Kata Pipit kecil menujuk ke sekelompok pipit lain di dekat stasiun Gambir.

“Lah, emang kapan sampai Jakarta?” Tanya si pipit besar heran melihat pipit kecil yang segar bugar dan masih sempat ngobrol dengan kawanan pipit lain di kompleks taman Monas.

“Hehehe… kemarin malam, numpang Garuda flight terakhir. Lumayan, ga nyampe setengah jam perjalanan.”

Si pipit besar diam melongo.

Nah, sodara-sodaraku tercinta sekalian. Dapat hikmah cerita kita kali ini?

Si pipit besar tak salah apa-apa. Dia melakukan pekerjaannya dengan cara yang benar. Dia optimis dan yakin dengan kemampuannya. Nilai yang bagus untuk dipelajari.

Tapi, si pipit kecil juga memegang nilai yang bagus. Dia tahu dengan kemampuannya yang terbatas. Mengenali dirinya dengan baik, lalu mencari solusi untuk mengatasi keterbatasannya.

Dia berteman dengan yang lebih besar. Dia mencari bantuan kepada yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih cepat.

Si pipit kecil yang bijak, memilih sukses dengan mejadi teman bagi orang-orang sukses.

So, pilih mana? Pipit besar yang optimis atau pipit kecil yang bijak? You choose.

Salam sukses.

Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.