maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Dua Cara Kaya : Ke Luar vs Ke Dalam

Sunday Nov 29, 2009

images Dua Cara Kaya : Ke Luar vs Ke DalamBaru saja dapat pesan dari seorang kawan. Agak bingung bacanya, soalnya bahasa Inggris, duh *ga maju-maju ni bahasa Inggris saya…*. Judul pesannya itu “Two Ways to Create Wealth. Which one is right for you?”

Saya suka pesannya, sungguh. Ketertarikan saya selama ini dengan tema ‘cara-cara baru’ menciptakan kekayaan *saya suka kata menciptakan daripada mencari*, sepertinya selalu diberi jalan.

Semua orang, semua, diakui atau tidak. Terangan-terangan (seperti saya) atau sembunyi-sembunyi dalam hati, semua orang ingin kaya. Kecuali mereka yang telah mencoba beberapa kali agar kaya dan gagal. Orang ini biasanya diam-diam angkat tangan, menyerah. “Saya tak mungkin kaya,” begitu mungkin katanya membuktikan pikirannya selama ini bahwa memang dia tidak mungkin kaya.

Para pembaca budiman sekalian, kita selama ini tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “kekuatan pikiran” untuk menarik lebih banyak apapun yang kita inginkan, dan mengurangi apa yang kita tidak suka.  Betul?

Tapi pernah kah kita menyadari bahwa dengan hanya ‘tahu’ apa yang kita inginkan tidak serta merta akan membawa kepada hasil yang kita inginkan. Kita tahu bahwa untuk mendapat Uang kita harus ‘bekerja’. Untuk mendapat uang lebih banyak harus ‘bekerja’ lebih keras. Agar lebih banyak dan cepat harus ‘bekerja’ lebih cerdas.

Tapi apakah cukup dengan hanya sekedar ‘tahu’? Pembaca budiman sekalian tau jawabannya.

Seringkali apa yang kita ‘tahu’ itu dipatahkan oleh sesuatu yang ‘di luar’ kita. Kita tahu untuk mendapat uang kita harus kerja. TAPI,”Saya tak punya ijazah sarjana untuk melamar kerja,” “Saya tak bisa mengerjakan itu, saya belum pernah,”. Atau, “Orang-orang tidak mempercayai saya untuk mengerjakan proyek itu,” “Ibu saya bilang saya tak punya bakat di bidang itu.” “Apa kata orang kalau saya berbisnis di MLM?”

Hehehehe… maksud saya, seringkali yang mengatur kita adalah sesuatu yang ‘dari luar’. Contohnya, pegawai kantoran (termasuk saya yang PNS hehehehehe…) adalah pekerja yang sangat tergantung dengan kondisi luar. Apapun kondisi yang terjadi di luar pasti berpengaruh ke dalam pekerja itu. Krisis lah, atasan dan rekan kerja sentimen lah, apapun.

Nah, yang kedua adalah pekerja/pebisnis yang berusaha memantapkan ‘dunia dalam’nya untuk mempengaruhi dunia luar. Maksudnya adalah, memperbaiki mindset, keyakinan, visi, ambisi, action plan, manajemen…. Apapun yang terjadi dengan ‘dunia luar’ tak akan terlalu berpengaruh, karena alurnya adalah dari ‘dalam ke luar’. Dia yang mempengaruhi, bukan dipengaruhi.

Bagian ini mungkin agak tricky: Apapun yang Anda inginkan dapat terwujud. Prasyaratnya: dunia dalam anda sudah mapan dengan keyakinan tersebut. Jika belum, seperti saya yang masih compang-camping, berusahalah terus untuk membangun dunia dalam yang lebih positif.

Nah, sekarang silakan pilih yang mana lebih cocok. Tergantung dengan dunia luar agar kaya, atau menciptkan sendiri keinginanan Anda untuk kaya?

Salam sukses!

2 Comments »

benar sekali mas Sapril :) banyak cara yg bisa kita lakukan untuk bisa kaya, apapun itu yg penting masih dalam tataran kewajaran bahkan biar yg GILA sekalipun gak papa yg penting kita bisa kaya, bagaimana bang??? Mampir juga yah di BLOG MOTIVASI SUKSES :)

December 1st, 2009 | 5:05 pm

Mas Arif, komennya sempet kecekal sama Akismet, pake bold semua soalna ^_^ iya, GILA–gali inspirasi lalu aksi– untuk kaya. sepakat! Iya, segera meluncur berkunjung :)

December 2nd, 2009 | 10:27 am
Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.