maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Cinta-Uang vs Benci-Uang

Friday May 8, 2009

cinta-uang vs benci-uangCINTA-UANG versus BENCI-UANG

Waw, jika ada orang yang disebut sebagai pecinta-uang, biasanya mereka akan marah. Anda tahu kenapa? Karena uang, oleh orang banyak, dihubungkan dengan sesuatu yang ‘buruk’, ‘jahat’, atau ‘ketamakan’. Iya kan? Sebaliknya jika ada orang yang disebut dengan pembenci-uang, mereka pun akan marah. Karena uang adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Humm… cukup membingungkan bukan?

Tapi kalau saya disebut sebagai orang yang mencintai uang, saya akan tersenyum lebar. “Iya, saya harus mencintai uang, agar uang pun mencintai saya.” Dan saya tidak peduli dengan pandangan orang akan cinta saya yang ‘aneh’ itu. Ah ya, jika ingat, bacalah kembali atau anda bisa mengikuti tes intelejensia kemakmuran yang sudah diposting sebelumnya. Anda akan mendapat keterangan tambahan mengapa saya harus mencintai uang.

Ada orang yang asal muasalnya adalah orang miskin dengan sumber daya terbatas, tapi diakhir masa pensiunnya dia menjadi sangat kaya dengan harta yang bertumpuk-tumpuk. Bagaimana bisa? Mengapa ada sebagian orang yang memulai dari tanpa apa-apa bisa menjadi orang yang sangat kaya ketika di akhir?

Jika membaca cerita-cerita tentang“orang super kaya” yang sukses, kekayaan yang mereka peroleh bukanlah dari hasil menang undian, warisan orangtua, atau kemenangan dari tuntutan pengadilan, atau rebutan harta sesama saudara. Perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin adalah CARA BERPIKIR tentang uang dan bagaimana mereka memperlakukan uang. Sekecil apapun jumlahnya ketika mereka memulai ‘menanam’ uang mereka.

Orang-orang kaya adalah para ‘pecinta-uang’, sementara orang yang cinta-uang vs benci-uangseumur hidupnya miskin adalah ‘pembenci-uang’. Di bawah ini ada beberapa perbedaan mendasar dalam pola berpikir dan tindakan antara pecinta-uang dan pembenci-uang.

Pecinta-uang Memikirkan bagaimana cara berinvestasi dan membuat uang berkembang.
Pembenci-uang Memikirkan bagaimana caranya menyimpan uang.

Pecinta-uang Menggunakan uang untuk ‘menjaga-nilai’ agar mereka bisa bersaing dengan orang lain.
Pembenci-uang Menggunakan uang untuk ‘menyuap’ agar orang lain menyukai mereka.

Pecinta-uang Membeli barang yang mereka butuhkan.
Pembenci-uang Membeli barang yang mereka inginkan.

Pecinta-uang Menggunakan uang untuk menyiapkan masa depan.
Pembenci-uang Menghabiskan uang untuk memperoleh rasa nyaman saat ini.

Pecinta-uang Mengambil resiko berinvestasi.
Pembenci-uang takut berinvestasi.

Pecinta-uang Membelanjakan uang demi diri sendiri.
Pembenci-uang Membelanjakan uang untuk mengatasi rasa khawatir.

Pecinta-uang Meminta jumlah yang mereka inginkan.
Pembenci-uang Meminta apa yang mereka pikir menjadi hak mereka.

Pecinta-uang Melihat uang secara objektif.
Pembenci-uang Memandang uang dalam bahasa ‘hubungan’.

Pecinta-uangBelajar bagaimana menjadi investor yang efektif.
Pembenci-uang Berharap orang lain lebih tahu dari diri mereka sendiri.

Pecinta-uangTertarik dengan pekerjaan bergaji tinggi.
Pembenci-uang Merasa cukup jika telah bekerja.

Pecinta-uangBerjuang sekuat tenaga selama masa-masa sulit.
Pembenci-uang Menginginkan dunia berlaku adil saat mereka berada dalam masa sulit.

Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda menginginkan uang yang cukup untuk semua kebutuhan anda? Hal pertama yang harus anda lakukan adalah belajar mencintai uang. Bagaimana caranya, kita akan segera membahasnya nanti, okey?


Technorati Profile

Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.