maisyafree.com |

Blog Inspirasi Motivasi Bisnis Jaringan Internet
RSS Feed

Apakah Anda Pantas untuk Sukses?

Wednesday May 6, 2009

Apakah Anda Pantas untuk Sukses?
apakah anda pantas sukses
Akhirnya bergabung juga dengan Oriflame setelah mendengar langsung cerita sukses para hero-nya halah! Luar biasa memang mendengarkan, membaca, dan merenungkan kata-kata mereka yang begitu inspiring, membuka mata, dan membuat jantung berdebar-debar lebih kencang (membayangkan bonus-bonus yang biasanya hanya bisa dilihat dalam sinetron). Setelah blog-walking ke blog-blog para Oriflame-rs, demi mengumpulkan semangat dan belajar tips n trick terbaik mereka dalam berbisnis. Berhentilah agak lama di blog mb. Ilna member level manager. Tulisan di blognya membuatku tertusuk hu..hu..hu…

Bagaiamana tidak, saya mempunyai segudang alasan untuk menampik kesuksesan masuk ke dalam kehidupanku. Sementara orang-orang sukses sudah sibuk dengan kesuksesan mereka, saya sukses menangisi ketidaksuksesan hiks…hiks…hiks…

Banyak alasan yang membuat sukses enggan singgah dalam rumah. Bahkan sekedar mengetuk pintu pun tidak. Kenapa? karena di depan pagar saya terpampang besar papan pengumuman: SUKSES DILARANG MASUK! Lalu, di atas rumput tertancang papan bertuliskan : SUKSES DILARANG MENGINJAK RUMPUT! (Lhoo…???). Enggak… enggak… maksud saya, begitu banyak alasan yang membuat saya jadi takut, ragu, dan malas untuk bergerak menuju kesuksesan itu sendiri.

SIBUK
alasan klise yang kelihatannya benar. Dan selalu jadi senjata utama. Padahal semua orang pasti mempunyai kesibukan, tapi tidak semuanya produktif. SIbuk tidak sama dengan produktif. Seperti cerita mb.Ilna tadi, dia memang ibu rumah tangga yang sibuk, tapi masih tetap produktif. Sedang saya? halah, kesibukan yang tidak menghasilkan uang.
Saya sering mengaku sibuk jika melihat ada beberapa daftar pekerjaan hari ini, tapi setelah dihitung-hitung, tidak menghasilkan apa-apa. Dan kenyatannya masih banyak waktu luang yang tersisa.

Jadi ingat kata David J. Schwarts; Orang sukses yang sibuk selalu mempunyai waktu tambahan untuk kesuksesan. Sementara orang sibuk yang tidak sukses selalu tidak mempunyai waktu, bahkan untuk menyadari bahwa dia tidak sukses. ckk…ckk… Poor me!

TIDAK PANTAS
Ini juga jadi momok. Beragam ungkapan, “Saya ga pantas untuk dapetin itu, saya kan ga serajin kamu.” “Elo kan gesit, wajar dong kamu sukses.” “Sekolahmu kan tinggi, sedang saya? Kalo kamu sukses itu wajar…” “Sebenarnya mau aja kayak kamu, tapi saya yakin ga bisa.”

Uhum… untunglah jauh-jauh hari mindset seperti ini sudah saya kandangkan dan kuncinya saya buang ke selokan. Saya merasa pantas untuk sukses. Bagaimanapun caranya. Karena sekali saya merasa tidak pantas untuk sukses, si sukses pun tak akan menoleh ke saya, begitu kan?

Jadi inget waktu naksir seseorang, ketika saya merasa pantas mendampinginya, saya jadi giat bergerilya menemukan cara-cara kreatif agar pantas menjadi pendampingnya. Dan… tentu saja saya memang pantas bersamanya. Sukses? wait for me, i’m coming!

TAKUT
Ini yang sebenarnya sering membuat saya kesal. Saya tidak takut sukses. Tapi takut melakoni jalan-jalan menuju kesuksesan itu sendiri.

Ibarat cerita ni, saya sangat naksir pangeran tampan yang tinggal di istana puncak gunung. Rasa-rasanya sampai can’t life without lah, tapi melihat rintangan: jebakan-jebakan, geng para penjahat, grup penyihir, dan naga api yang terbang di sepanjang jalan menuju ke istana pangeran saya jadi mengekeret ciut. Uuuhh… kenapa sih pangeran itu tidak keluar saja dari istananya, menunggang kuda putihnya, then he comes to me (day dreaming mode: on).

Halo, i need a batalyon, eh… a companion kaya mb. Thia cukup lah. Biar g jiper-jiper amat. Setidaknya para hero level-level manager & director kan pasti uda pernah menang sama penjahat-penjahat itu. Dan menapak terus ke tangga sukses yang lebih tinggi.

Sekarang, setidaknya saya udah ngerasa pantas sukses, tinggal membersihkan sedikit-sedikit rintangan di jalan. Sudah itu? Anda tahulah jawabannya.

Kalo Anda gimana? Pantas untuk sukses?

NB: Temukan komunitas yang baik dan benar untuk mendukungmu. Ini penting. Tak ada orang yang akan mendukung jika bukan orang-orang yang satu gelombang dan satu ide. Dan Anda akan melompat lebih tinggi.

2 Comments »

Coba komen lagi ahh… biar jadi yang pertama terusss….

May 8th, 2009 | 12:20 am

[...] Beberapa menit kemudian, balasannya masuk. "… Syukur berarti berterimakasih atas apa yang diterima. Syukur berarti merasa cukup saat orang lain merasa kurang. Syukur berarti kaya, karena orang bakhil tidak akan pernah menjadi kaya." [...]

May 24th, 2010 | 12:37 pm
Leave a Reply

Comment

Black&white Wordpress Theme. Design: xns.ru & Moscow night photography.